Oleh: M Muhar Omtatok
Pengertian
Perilaku Organisasi
1. Stephen P. Robbins
“Perilaku organisasi adalah suatu bidang
studi yang menyelidiki dampak yang ditimbulkan oleh individu, kelompok, dan
struktur terhadap perilaku dalam organisasi, dengan tujuan untuk menerapkan
pengetahuan tersebut guna meningkatkan efektivitas organisasi.”
(Organizational
Behavior, Robbins & Judge, edisi terbaru)
Penjelasan:
• Robbins
menekankan pada tiga level analisis: individu, kelompok, dan struktur
organisasi.
• Tujuan
akhirnya adalah efektivitas organisasi.
2. Fred Luthans
“Organizational
behavior is the understanding, prediction, and management of human behavior in
organizations.”
Penjelasan:
• Fokus
Luthans adalah pada pemahaman, prediksi, dan pengelolaan perilaku manusia dalam
organisasi.
• OB
dilihat sebagai alat untuk mengelola manusia secara strategis.
3. Keith Davis dan John W. Newstrom
“Perilaku organisasi adalah studi dan
penerapan pengetahuan mengenai bagaimana orang bertindak dalam organisasi. Hal
ini dilakukan secara sistematis guna meningkatkan efektivitas organisasi.”
Penjelasan:
• Davis
dan Newstrom menekankan pada aplikasi praktis dari pengetahuan OB.
• Tujuannya
adalah peningkatan produktivitas dan efektivitas organisasi.
4. Gibson, Ivancevich, Donnelly, dan Konopaske
“Organizational
behavior is the study of individual behavior, group behavior, and structure
within an organization, with an emphasis on improving organizational
effectiveness and efficiency.”
Penjelasan:
• Mempertegas
bahwa OB mencakup individual behavior, group behavior, dan struktur organisasi.
• Tujuannya:
meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
5. James W. Kreitner
& Angelo Kinicki
“Organizational
behavior is an interdisciplinary field dedicated to better understanding and
managing people at work.”
Penjelasan:
• OB
adalah bidang interdisipliner (psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi).
• Fokusnya:
memahami dan mengelola orang di tempat kerja.
Tiga
Tingkatan Perilaku Organisasi
Dalam studi Perilaku Organisasi (Organizational Behavior
/ OB), perilaku dalam organisasi dianalisis melalui tiga tingkatan utama,
yaitu:
1. Tingkat Individu (Individual Level)
Fokus:
• Bagaimana
sikap, kepribadian, persepsi, motivasi, dan pengambilan keputusan individu
memengaruhi perilaku kerja.
Contoh Aspek yang Dipelajari:
• Kepribadian:
Apakah seseorang cenderung ekstrovert atau introvert? Bagaimana itu memengaruhi
kerjasama tim?
• Motivasi:
Apa yang mendorong karyawan untuk bekerja dengan semangat (misalnya teori
Maslow, Herzberg, McClelland)
• Persepsi:
Bagaimana seseorang menafsirkan informasi dan situasi di tempat kerja
• Sikap
dan nilai kerja: Apakah karyawan puas atau tidak terhadap pekerjaannya
Tujuan:
• Memahami
faktor internal manusia yang memengaruhi perilaku di tempat kerja.
2. Tingkat Kelompok
(Group Level)
Fokus:
• Bagaimana
interaksi antarindividu dalam kelompok membentuk dinamika tim, komunikasi,
kepemimpinan, konflik, dan kerja sama.
Contoh Aspek yang Dipelajari:
• Dinamika
kelompok: Bagaimana peran dan norma dalam tim terbentuk?
• Komunikasi:
Apakah komunikasi dalam tim berjalan terbuka dan efektif?
• Kepemimpinan:
Bagaimana gaya kepemimpinan (misal: otoriter vs partisipatif) memengaruhi tim?
• Konflik
dan resolusi: Bagaimana konflik antar anggota tim diatasi?
• Kerjasama
dan kohesi tim: Apakah anggota tim saling mendukung?
Tujuan:
• Meningkatkan
efektivitas kerja tim dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
3. Tingkat Organisasi
(Organizational Level)
Fokus:
• Bagaimana
struktur organisasi, budaya, kebijakan, dan sistem memengaruhi perilaku
kolektif dalam organisasi.
Contoh Aspek yang
Dipelajari:
• Struktur
organisasi: Apakah organisasi berbentuk hierarkis atau datar?
• Budaya
organisasi: Nilai, norma, simbol, dan tradisi apa yang berlaku?
• Perubahan
organisasi: Bagaimana organisasi mengelola perubahan (change management)?
• Kebijakan
dan sistem kerja: Apakah sistem reward, promosi, dan penilaian adil?
• Inovasi
dan pembelajaran organisasi: Seberapa cepat organisasi belajar dari lingkungan?
Tujuan:
• Menata
sistem organisasi secara keseluruhan agar mendukung perilaku kerja yang
produktif dan adaptif.
Konsep-Konsep
Utama dalam Perilaku Organisasi
Konsep-konsep utama dalam Perilaku Organisasi
(Organizational Behavior/OB) yang menjadi dasar dalam memahami dan mengelola
perilaku manusia di tempat kerja:
1. Kepribadian (Personality)
Karakteristik
psikologis individu yang konsisten dan memengaruhi cara mereka merespons
lingkungan kerja.
Konsep Terkait:
• Big Five Personality Traits: Openness,
Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism.
• MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
Relevansi:
Mempengaruhi kinerja,
gaya komunikasi, kepemimpinan, dan kecocokan dengan budaya organisasi.
2. Sikap dan Kepuasan
Kerja (Attitudes and Job Satisfaction)
Sikap adalah evaluasi
positif atau negatif terhadap objek, orang, atau situasi. Kepuasan kerja adalah
perasaan positif terhadap pekerjaan seseorang.
Aspek:
• Sikap
terhadap atasan dan organisasi
• Komitmen
organisasi
• Turnover
intention (niat untuk keluar)
Relevansi:
Sikap dan kepuasan
kerja memengaruhi loyalitas, produktivitas, dan retensi karyawan.
3. Persepsi dan
Atribusi (Perception and Attribution)
Proses bagaimana
seseorang menafsirkan dan memahami lingkungan sosial di tempat kerja.
Teori Penting:
• Attribution Theory (internal vs eksternal
causes)
• Stereotyping dan halo effect
Relevansi:
Persepsi memengaruhi pengambilan
keputusan, evaluasi kinerja, dan interaksi sosial di organisasi.
4. Motivasi (Motivation)
Kekuatan internal atau
eksternal yang mendorong seseorang untuk bertindak dan berperilaku dengan cara
tertentu.
Teori Motivasi yang Umum:
• Teori
Hierarki Maslow
• Teori
Dua Faktor Herzberg
• Teori
Kebutuhan McClelland
• Teori
Ekuitas (Equity Theory)
• Teori
Harapan (Expectancy Theory)
Relevansi:
Motivasi memengaruhi
kinerja, komitmen, dan pencapaian target.
5. Pembelajaran dan
Perubahan Perilaku (Learning and Behavior Change)
Proses dimana individu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru.
Teori Penting:
• Behaviorism
(reinforcement, punishment)
• Social
learning theory (Bandura)
Relevansi:
Digunakan dalam
pelatihan, pengembangan karyawan, dan manajemen perubahan.
6. Dinamika Kelompok (Group Dynamics)
Cara orang berinteraksi
dalam kelompok kerja dan bagaimana kelompok tersebut memengaruhi perilaku
anggotanya.
Aspek:
• Peran
dan norma dalam kelompok
• Cohesiveness
(kekompakan)
• Conformity
dan deviasi
Relevansi:
Kelompok yang efektif
mendorong sinergi dan produktivitas.
7. Kepemimpinan
(Leadership)
Kemampuan untuk
memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan
bersama.
Teori Penting:
• Teori
Sifat (Trait Theory)
• Teori
Perilaku (Behavioral Theory)
• Teori
Situasional (Contingency Theory)
• Engaging
Leadership, Gaya Transformasional vs Transaksional
Relevansi:
Pemimpin yang baik
menciptakan keterlibatan kerja, menumbuhkan kesejahteraan psikologis dan motivasi
intrinsic, arah, berubahan besar dan peningkatan kinerja.
8. Komunikasi Organisasi
Proses pertukaran
informasi dalam organisasi, baik formal maupun informal.
Bentuk:
• Vertikal
(atasan-bawahan)
• Horizontal
(antar rekan kerja)
• Komunikasi
digital (email, chat, video call)
• Knowledge
sharing
Relevansi:
Komunikasi yang efektif
mengurangi konflik dan meningkatkan koordinasi kerja.
9. Konflik dan
Negosiasi
Konflik adalah
pertentangan antarindividu/kelompok. Negosiasi adalah proses penyelesaian
konflik secara damai.
Jenis Konflik:
• Intrapersonal
• Interpersonal
• Antar
kelompok
Relevansi:
Kemampuan menyelesaikan
konflik penting untuk menciptakan suasana kerja yang sehat.
10. Budaya Organisasi (Organizational Culture)
Nilai, norma, simbol,
dan praktik yang berlaku dalam organisasi.
Model:
• Model
Edgar Schein: Artefak, nilai yang dianut, asumsi dasar.
• Typology
of Culture (Clan, Adhocracy, Market, Hierarchy)
Relevansi:
Budaya memengaruhi
perilaku, inovasi, dan loyalitas karyawan.
11. Perubahan
Organisasi (Organizational Change)
Proses di mana
organisasi beradaptasi terhadap perubahan lingkungan internal atau eksternal.
Teori:
• Model
Lewin (Unfreeze – Change – Refreeze)
• Kotter’s
8 Steps
Relevansi:
Kemampuan organisasi
mengelola perubahan menentukan kelangsungan hidupnya.
12. Desain Struktur
Organisasi
Bagaimana tugas,
wewenang, dan hubungan kerja diatur dalam organisasi.
Bentuk Struktur:
• Fungsional
• Divisional
• Matriks
• Jaringan
(network)
Relevansi:
Struktur menentukan
efisiensi koordinasi dan pengambilan keputusan.
Manfaat
Mempelajari Perilaku Organisasi
• Membantu
manajer membuat keputusan yang lebih baik terkait SDM
• Meningkatkan
produktivitas dan kepuasan kerja
• Mendorong
inovasi dan adaptasi terhadap perubahan
• Mengurangi
konflik dan meningkatkan kerjasama tim
Contoh
Aplikasi dalam Dunia Kerja
• Menggunakan
teori motivasi (misalnya Teori Maslow atau Herzberg) untuk menyusun sistem
reward
• Menyesuaikan
gaya kepemimpinan sesuai karakteristik tim (misalnya engaging leadership)
• Meningkatkan
komunikasi antar departemen untuk mencegah miskomunikasi dan duplikasi tugas.
Perilaku
Organisasi ‘Zaman Now’
Organizational
Behavior (OB) mencerminkan dinamika perubahan dunia
kerja modern, seperti digitalisasi, kerja hybrid, inklusivitas, dan
kesejahteraan mental. Berikut adalah beberapa tren dan isu terbaru dalam
Perilaku Organisasi (OB) yang relevan saat ini:
1. Kesejahteraan
Karyawan (Employee Well-being)
• Fokus
pada kesehatan mental, burnout, work-life balance.
• Perusahaan
mulai menyediakan mental health days, akses psikolog, dan fleksibilitas kerja.
• OB kini
banyak membahas emosi dalam organisasi (emotional labor, emotional
intelligence, psychological safety).
2. Hybrid Work &
Remote Work Behavior
• Bagaimana
perilaku kerja berubah ketika karyawan tidak lagi berada di kantor fisik.
• Penelitian
OB kini fokus pada:
a. Self-leadership
b. Trust
in virtual teams
c. Digital
fatigue & online meeting behavior
d. Pentingnya
asynchronous communication dan digital collaboration tools seperti Slack,
Teams, Notion, dll.
3. Diversity, Equity,
Inclusion & Belonging (DEIB)
• OB
berkembang ke arah inklusivitas lintas gender, ras, usia, dan disabilitas.
• Fokus
pada:
a. Unconscious
bias
b. Psychological
safety untuk kelompok minoritas
c. Inclusive
leadership
4. Pengaruh AI dan Otomatisasi terhadap
Perilaku Organisasi
• OB mulai
mengkaji:
a. Bagaimana
AI mengubah tugas dan tanggung jawab karyawan
b. Kecemasan
terhadap kehilangan pekerjaan karena otomatisasi
c. Kolaborasi
manusia-AI dalam tim
Contoh: “Algorithmic management” di platform seperti
Gojek, Grab, Amazon.
5. Agility dan
Adaptabilitas Organisasi
• Dalam
lingkungan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous), OB fokus pada:
a. Agile
mindset
b. Learning
organization
c. Change
management behavior
d. Budaya
organisasi dituntut untuk lebih fleksibel dan eksperimental.
6. Neuroscience &
Behavior in Work
• Tren
baru menggabungkan ilmu saraf dengan OB.
Contoh:
a. Bagaimana
otak merespons stres kerja
b. Peran
dopamin, kortisol, dan neuroplasticity dalam pembelajaran kerja
c. Neuroleadership
(pemimpin yang memahami cara kerja otak bawah sadar)
7. Purpose-Driven
Behavior
• Karyawan,
terutama Gen Z dan milenial, cenderung mencari makna dalam pekerjaan.
• OB kini
mengeksplorasi:
a. Work
meaningfulness
b. Purpose-alignment
antara individu dan organisasi
c. Employee
voice dalam isu-isu sosial
8. Organizational Silence vs Employee Voice
• Fenomena
di mana karyawan enggan berbicara meski ada masalah penting.
• OB kini
mendorong penelitian tentang:
a. Budaya
terbuka
b. Speak-up
culture
c. Mekanisme
whistleblowing dan feedback anonim
9. Behavioral Analytics dan People Analytics
• Menggunakan
data untuk memahami perilaku karyawan.
• OB
modern memanfaatkan data dari:
a. HRIS
(Human Resource Information Systems)
b. Analisis
jaringan sosial di tempat kerja
c. Sentimen
analisis dari survei karyawan
10. Work Redesign & Job Crafting
• Karyawan
kini lebih aktif dalam menyesuaikan pekerjaannya sendiri (job crafting).
• Fokus OB
baru: bagaimana individu menciptakan motivasi dan makna melalui penyesuaian
tugas, relasi, dan persepsi kerja.*


Komentar
Posting Komentar